Kajian Keperempuanan: Eksistensi Perempuan di Tengah Tantangan Global
Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (HIMPIAT) telah menyelenggarakan Kajian Keperempuanan di Aula Mini Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai pada Kamis, 23 Januari 2025. Kajian Keperempuanan ini mengangkat tema "Eksistensi Perempuan di Tengah Tantangan Global" yang menghadirkan Dr. Faridah, S.Kom.I., M.Sos.I. sebagai pemateri. _Kamis, 23/01/2025.
Dengan topik bahasan yang melimpah, pemateri mengawali pembahasan dengan dasar penjelasan mengenai psikologi dan aspek-aspek psikis perempuan, yang mana perempuan selain sebagai permata kehidupan, sumber kehidupan, dan ibu kehidupan juga sebagai tiang (kehidupan) negara.
Dalam pembahasannya, beliau juga membenarkan statement bahwa perempuan itu selalu butuh, atau membutuhkan bantuan.
"Memang betul, dan laki-laki juga begitu. Kita saling membutuhkan. Kita saling ketergantungan. Perempuan dianggap sebagai mitra bagi laki-laki dan laki-laki adalah mitra bagi perempuan. Jadi kita ini satu, dijadikan dua kemudian dalam satu kesatuan saling membutuhkan." Jelas beliau penuh wibawa.
Singkatnya, beliau menuturkan bahwa satu hal yang perlu digarisbawahi oleh perempuan di tengah arus tantangan global ialah menumbuhkan rasa kesadaran diri dan lingkungan. Pada beberapa keadaan, perempuan dianggap selalu mengalah, emosional, mudah terpengaruh, dan mudah terbujuk. Sehingga diperlukan strategi dalam menghadapi tantangan tersebut. Ada empat strategi yang beliau paparkan dalam menghadapi tantangan global, pertama adalah meningkatkan pemberdayaan perempuan seperti pada aspek pendidikan dan pelatihan. Kedua memahami kebijakan dan advokasi. Ketiga memahami literasi digital seperti dengan memanfaatkan teknologi untuk memperluas akses dan Kampanye terkait perlindungan perempuan dan terakhir yang keempat adalah pandai melakukan kolaborasi.
Dengan begitu, perempuan juga bisa berperan sebagai agen perubahan, baik itu pada keluarga, masyarakat dan dunia kerja. Perempuan mampu berperan dan terlibat dalam kepemimpinan serta terlibat dalam perkembangan sains dan teknologi. Hal itu beliau perkuat dengan dalil Qur'an surah An-Nisa ayat 7, 32-34, 155. Perempuan dan laki-laki telah diberi potensi yang sama untuk dapat berkiprah dan beramal secara sinergis dalam asas kemitraan, kerja sama, saling tolong menolong, saling mendukung, saling memberi penguatan dalam suatu kehidupan di masyarakat.
Terakhir, beliau menutup kajian dengan menekankan kembali bahwa pendidikan pada perempuan mesti tinggi.
"Perempuan dianggap tidak perlu sekolah tinggi-tinggi. Padahal, semakin berkualitas perempuan, semakin berkualitas pula generasi (keturunan) yang dilahirkan. Perempuan itu harus berpendidikan karena perempuanlah sekolah pertama untuk anak-anaknya." Tutupnya.
Komentar