Dakwah yang Menyentuh Hati: Integrasi Bimbingan dan Konseling Islam sebagai Solusi Kehidupan
Dakwah yang Menyentuh Hati: Integrasi Bimbingan dan Konseling Islam sebagai Solusi Kehidupan
Oleh: Mukrima Khairiyah (Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir angk.2023)
Karya Baidi Bukhori ini menyajikan sebuah pendekatan inovatif dalam kegiatan dakwah Islam, yakni dakwah yang berorientasi pada solusi nyata terhadap permasalahan kehidupan umat. Penulis mengupas secara komprehensif pentingnya integrasi antara dakwah dan bimbingan serta konseling Islam sebagai strategi yang relevan dan efektif di era kontemporer.
Pendekatan ini tidak hanya bersifat teoretis, melainkan juga praktis dan kontekstual—mampu menjawab tantangan zaman secara aktual dan faktual. Artikel ini menegaskan bahwa dakwah tidak cukup hanya menyampaikan ajaran agama secara verbal, melainkan juga harus mampu menjadi sarana penyelesaian atas berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Bimbingan dan konseling Islam menjadi metode yang tepat karena memungkinkan adanya hubungan personal yang intensif dan langsung dengan umat. Karakteristik utama dari dakwah melalui pendekatan ini adalah hubungan yang akrab, berorientasi pada pemecahan masalah konkret. Inilah yang membuat dakwah menjadi lebih efektif, karena mampu menumbuhkan kesadaran internal dan mendorong internalisasi nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis juga menekankan keunikan pendekatan ini dalam metodologinya, yaitu pendekatan yang aktual, faktual, dan kontekstual. Pesan dakwah harus disampaikan dalam konteks kekinian, relevan dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat, serta didasarkan pada fakta nyata. Dengan demikian, dakwah tidak lagi bersifat pasif atau normatif semata, tetapi aktif dan responsif terhadap dinamika kehidupan umat.
Lebih jauh, bimbingan dan konseling Islam mampu menjawab persoalan-persoalan sosial seperti konflik personal, keluarga, bahkan komunitas secara umum. Pendekatan ini membantu umat menyadari hakikat fitri mereka, menghidupkan potensi spiritual dan emosional, serta memperkuat kedekatan dengan nilai-nilai Ilahi. Komunikasi yang terbuka dan personal memungkinkan problematika individu maupun sosial diidentifikasi dan diselesaikan secara Islami—mengarah pada terbentuknya masyarakat yang lebih harmonis dan religius.
Artikel ini juga menggarisbawahi pentingnya peran profesional dalam bidang bimbingan dan konseling Islam. Para pelaku dakwah dituntut untuk memahami dimensi spiritual dan psikologis sekaligus, serta menguasai teknik konseling agar mampu memberikan nasihat yang membumi dan membimbing secara efektif dalam situasi krisis.
Sebagai penutup, karya ini menyerukan agar dakwah melalui bimbingan dan konseling tidak hanya dipahami sebagai aktivitas individual, tetapi dikembangkan secara sistematis sebagai bagian integral dari pembangunan umat dan masyarakat. Dakwah tidak cukup hanya dalam bentuk ceramah, tetapi juga harus menyentuh dan memberi solusi atas realitas hidup umat manusia masa kini.
Secara keseluruhan, artikel ini memperkaya khazanah pemikiran dakwah Islam dengan menghadirkan pendekatan yang humanis, kontekstual, dan solutif—sebuah tawaran yang relevan untuk masyarakat Muslim Indonesia maupun dunia.
Komentar