Antara Dakwah dan Jihad Fiisabilillah
Antara Dakwah dan Jihad Fiisabilillah
Oleh: Muh. Ilham (Anggota Bidang Litbang Periode 24/25)
Dalam Islam, dakwah adalah sebuah kewajiban yang mulia. Allah SWT memerintahkan setiap Muslim untuk mengajak sesama kembali ke jalan yang benar. Namun, sebuah pertanyaan penting muncul: apakah dakwah itu termasuk bagian dari jihad fiisabilillah?
Banyak di antara kita yang masih salah memahami makna jihad fiisabilillah. Istilah ini sering kali dianggap hanya berhubungan dengan perang atau perjuangan fisik membela agama dan negara Islam. Padahal, makna jihad jauh lebih luas. Jihad adalah segala upaya untuk menegakkan keadilan, membela yang tertindas, menyebarkan nilai-nilai Islam, dan meningkatkan kualitas hidup umat manusia. Dalam pengertian ini, dakwah merupakan bagian dari jihad, karena dakwah adalah usaha mengajak orang lain ke jalan Allah dengan cara yang bijak dan damai.
Ketika seorang Muslim berdakwah dengan hikmah dan kelembutan, sesungguhnya ia mengamalkan firman Allah dalam QS An-Nahl ayat 125:
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik."
Berdakwah bukan hanya soal kemampuan berbicara dan berdiskusi tentang Islam. Lebih dari itu, dakwah juga harus tercermin dalam sikap dan tindakan sehari-hari, seperti rendah hati, jujur, dan berakhlak mulia. Sikap inilah yang mampu menjadi teladan dan daya tarik bagi orang lain.
Para ulama besar pun menyebut dakwah sebagai bentuk jihad tanpa kekerasan — jihad dengan ilmu, akhlak, dan teladan. Rasulullah SAW adalah contoh utama bagaimana dakwah yang penuh kesabaran, kelembutan, dan akhlak mulia mampu menembus hati umat tanpa harus mengangkat senjata. Saat awal berdakwah di Mekah, beliau menghadapi banyak penolakan dan rintangan, tetapi tetap memilih jalan sabar dan santun. Berkat itulah, ajaran Islam akhirnya diterima luas dan berkembang hingga kini.
Sejarah juga mencatat banyak tokoh Islam seperti Imam Ghazali, Ibnu Taimiyah, dan Imam Nawawi yang menyebarkan ajaran Islam lewat akhlak yang mulia dan karya-karya ilmiah tanpa kekerasan. Mereka menggunakan ilmu pengetahuan sebagai media dakwah yang efektif.
Bentuk Dakwah dalam Kehidupan Sehari-hari
Dakwah bukan hanya tugas ulama atau ustaz, melainkan tanggung jawab setiap Muslim. Setiap individu memiliki peran untuk menyebarkan kebaikan dan nilai Islam, baik lewat kata maupun perbuatan. Berikut beberapa contoh sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari:
Dakwah dengan Perilaku
Tindakan berbicara lebih lantang daripada kata-kata. Menunjukkan kejujuran, kesabaran, kasih sayang, dan etika baik adalah bentuk dakwah yang sangat efektif tanpa perlu kata-kata langsung.
Dakwah dengan Ilmu
Membagikan ilmu tentang Islam, baik melalui ceramah, diskusi, tulisan, atau media sosial, adalah cara dakwah yang sangat mulia. Ilmu yang disebarkan bermanfaat bagi banyak orang dan menjadi amal jariyah bagi yang membagikannya.
Dakwah dengan Karya
Banyak orang berdakwah lewat seni, musik, sastra, dan berbagai kreativitas lainnya. Selama karya tersebut mengandung nilai Islam dan mengajak kepada kebaikan, karya itu menjadi media dakwah yang menarik dan inspiratif.
Dakwah dan jihad fiisabilillah adalah dua konsep yang saling terkait dalam Islam. Dakwah bukan hanya sekadar ajakan verbal, melainkan jihad tanpa kekerasan yang menuntut kesabaran, hikmah, dan akhlak mulia. Dengan berdakwah melalui perilaku, ilmu, dan karya, setiap Muslim dapat berperan aktif dalam memperkuat iman dan menyebarkan kebaikan di tengah masyarakat. Memahami dakwah sebagai bagian dari jihad membuka cakrawala baru tentang makna perjuangan di jalan Allah, yang tidak selalu harus lewat peperangan, melainkan lewat upaya damai yang penuh pengaruh positif.
Komentar