Dakwah sebagai Perekat Umat di Tengah Derasnya Arus Modernitas

Dakwah sebagai Perekat Umat di Tengah Derasnya Arus Modernitas
Oleh: Sri Yumi (Mahasiswi Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Angk.2023)

Di era modern yang ditandai dengan disrupsi teknologi dan derasnya arus informasi, kehidupan manusia mengalami perubahan yang begitu cepat dan luas. Perubahan ini bukan hanya terjadi dalam aspek ekonomi dan politik, tetapi juga merambah ke ranah sosial dan spiritual. Di tengah globalisasi dan individualisme yang kian menguat, tantangan membangun kebersamaan antarumat menjadi semakin nyata. Dalam konteks inilah, dakwah memegang peran strategis sebagai perekat ukhuwah Islamiyah yang bisa menjawab kegelisahan zaman.

Dakwah hari ini bukan sekadar menyampaikan pesan-pesan agama secara konvensional. Lebih dari itu, dakwah perlu menjangkau realitas umat yang hidup dalam dunia yang kompleks dan sering kali terpecah-belah. Berbagai isu sosial, ekonomi, dan budaya kerap menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat. Maka, peran dakwah yang menyerukan nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kerja sama dalam kebaikan menjadi sangat relevan.

Media sosial dan platform digital adalah dua sisi mata uang. Di satu sisi, keduanya bisa menjadi sarana penyebar hoaks dan ujaran kebencian. Namun di sisi lain, keduanya juga dapat dimanfaatkan secara bijak sebagai sarana dakwah yang menekankan pentingnya kasih sayang, saling menghargai, dan membangun narasi positif. Para dai dan pendakwah masa kini perlu memiliki literasi digital yang baik, bukan hanya agar pesan mereka tersampaikan dengan efektif, tetapi juga agar mereka mampu menciptakan ruang-ruang komunitas daring yang sehat, inklusif, dan mencerahkan.

Dakwah juga harus adaptif terhadap persoalan kontemporer yang dihadapi umat. Dakwah yang hidup dan relevan adalah dakwah yang tidak hanya menuntun dalam ranah ritual, tetapi juga menjadi panduan dalam menghadapi isu-isu keadilan sosial, kesenjangan ekonomi, degradasi lingkungan, hingga etika dalam penggunaan teknologi. Dengan begitu, dakwah bisa menjadi jawaban atas keresahan umat sekaligus membumikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu aspek penting dari dakwah adalah pendidikan karakter. Generasi muda perlu dibekali pemahaman yang utuh dan benar tentang Islam—sebagai agama yang menjunjung tinggi persatuan dan menolak fanatisme sempit. Lembaga-lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat kebersamaan.

Tak kalah penting, keteladanan dari para tokoh agama dan pemimpin umat menjadi sumber inspirasi yang kuat bagi masyarakat. Ketika nilai-nilai ukhuwah dihidupkan dalam tindakan nyata—bukan hanya dalam ceramah atau tulisan—maka pesan dakwah akan lebih mudah menyentuh hati dan menggerakkan umat. Sinergi antara ulama, umara (pemimpin), dan masyarakat luas adalah kunci membangun solidaritas umat yang kokoh dan berkelanjutan.

Lebih dari itu, dakwah di era modern juga memiliki peran dalam membangun dialog antaragama. Islam mengajarkan sikap adil dan berbuat baik kepada semua manusia, tanpa memandang latar belakang agama atau budaya. Melalui kerja sama dalam isu-isu kemanusiaan universal, dakwah dapat menjadi jembatan pemahaman dan perdamaian di tengah keberagaman.

Akhirnya, dakwah hari ini bukan hanya tentang menyampaikan ayat dan hadis, tetapi tentang bagaimana nilai-nilai luhur Islam dapat diaktualisasikan secara nyata. Dakwah menjadi panggilan bagi setiap Muslim untuk hadir sebagai agen perubahan—membawa kedamaian, memperkuat persaudaraan, dan memberi kontribusi positif bagi dunia yang terus berubah. Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, dakwah yang menyatukan dan menyejukkan adalah kebutuhan yang tidak bisa ditawar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Insiden Mahasiswa yang Terbunuh di Masjid yang Mengemuka Publik

Resmi Dimulai! Pemasangan Tanda Kepesertaan Jadi Momen Spesial di Pembukaan Training Himpunan 2025

Hijab: Lebih dari Sekedar Penutup, Sebuah Dakwah yang Hidup