Etika Komunikasi dalam Dakwah: Panduan dari Al-Quran untuk Menyebarkan Kebaikan
Etika Komunikasi dalam Dakwah: Panduan dari Al-Quran untuk Menyebarkan Kebaikan
Oleh: Raidatul Jannah (Anggota Bidang Litbang Periode 24/25)
Etika Komunikasi Dakwah Menurut Al-Quran
Komunikasi adalah jembatan penting dalam menyampaikan pesan, terutama dalam konteks dakwah. Namun, berbicara soal komunikasi tak lepas dari etika, yakni nilai-nilai yang membimbing perilaku manusia agar bertindak benar dan baik. Secara sederhana, etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan buruk, benar dan salah, yang menjadi pedoman bagi manusia dalam berinteraksi.
Dalam dunia dakwah, etika komunikasi memegang peranan krusial. Dakwah bukan hanya sekadar menyampaikan pesan agama, tapi juga bagaimana pesan itu disampaikan dengan cara yang sopan, penuh hormat, dan menghindari unsur paksaan. Dakwah yang efektif justru memerlukan komunikasi yang beradab dan santun agar pesan terserap dengan baik oleh penerima.
Menurut Al-Quran, komunikasi harus dilandasi oleh sikap yang terpuji. Misalnya, saat berbicara, kita dianjurkan untuk membicarakan hal-hal yang baik, menjauhi perdebatan yang sia-sia, dan menyesuaikan cara berbicara dengan lawan bicara. Islam juga mengingatkan agar kita tidak memuji diri sendiri berlebihan atau memuji orang lain dengan kebohongan. Semua itu demi menjaga kejujuran dan ketulusan dalam berkomunikasi.
Salah satu ayat penting yang mengingatkan kita tentang bahaya komunikasi yang tidak beretika terdapat dalam Surah Luqman (31:6), yang mengkritik orang yang menggunakan kata-kata sia-sia untuk menyesatkan orang lain dan mengejek agama. Allah menegaskan bahwa perilaku seperti itu akan mendapat azab yang hina. Ayat ini menjadi peringatan agar kita selalu berhati-hati dan teliti dalam menerima serta menyampaikan informasi—sebuah prinsip “cek dan ricek” yang relevan di era informasi saat ini.
Secara garis besar, etika komunikasi dalam dakwah berakar pada nilai-nilai Ilahiyah yang menjadi fondasi umat Islam dalam bersikap dan berinteraksi. Dengan menjunjung tinggi etika, dakwah bukan hanya menjadi alat penyebar agama, tetapi juga sarana membangun masyarakat yang harmonis dan beradab.
Singkatnya, komunikasi dan dakwah berjalan beriringan. Keduanya memiliki tujuan menyampaikan pesan, namun dakwah berfokus pada pesan keagamaan yang khusus. Dengan menerapkan etika komunikasi berdasarkan Al-Quran, dakwah dapat dilakukan secara efektif, menyentuh hati, dan memberikan perubahan positif tanpa menimbulkan konflik atau kesalahpahaman.
Komentar