Kesenjangan Ilmu dalam Dakwah: Tanggung Jawab Kita yang Berilmu
Kesenjangan Ilmu dalam Dakwah: Tanggung Jawab Kita yang Berilmu
Oleh: Azwarul Haq (Anggota Bidang Medkom dan Humas Periode 24/25)
Dalam kehidupan umat Islam saat ini, ada satu isu penting yang sering kali luput dari perhatian kita: kesenjangan pengetahuan. Padahal, dalam ajaran Islam, ilmu menempati posisi yang sangat tinggi. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11:
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”
Ayat ini dengan tegas menunjukkan bahwa ilmu adalah kunci bagi peningkatan derajat manusia, baik di dunia maupun di akhirat. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua umat Islam memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh ilmu. Ada ketimpangan yang cukup lebar antara mereka yang mendapatkan akses pendidikan berkualitas dan mereka yang terpinggirkan karena berbagai faktor, seperti ekonomi, lokasi geografis, hingga minimnya fasilitas pendidikan.
Fenomena ini disebut sebagai kesenjangan pengetahuan—dan dampaknya tidak main-main. Ia menciptakan jurang pemahaman yang menyebabkan sebagian umat Islam terus berkembang dan melek informasi, sementara sebagian lainnya tertinggal, bahkan rentan terhadap kesesatan informasi dan miskonsepsi agama.
Dalam Surah Az-Zumar ayat 9, Allah kembali mengingatkan kita:
“Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”
Tentu tidak. Hanya mereka yang berilmu dan berpikiran jernih yang dapat membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Sebaliknya, mereka yang tidak memiliki ilmu kerap menerima informasi tanpa pertimbangan, bahkan bisa dengan mudah dimanipulasi.
Maka, di sinilah pentingnya dakwah berbasis ilmu. Dakwah bukan sekadar menyampaikan pesan, tapi juga memastikan pesan itu dipahami, dicerna, dan menjangkau semua kalangan. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
Lalu, apa tanggung jawab kita—yang sudah Allah beri nikmat berupa ilmu?
Tanggung jawab kita adalah menyebarkan ilmu itu. Jangan disimpan sendiri. Ajarkan, sebarkan, dan bantu saudara-saudara kita yang belum tersentuh ilmu. Karena ilmu, jika dibagikan dengan niat yang benar, akan menjadi ladang pahala yang terus mengalir. Bahkan, semakin banyak kita berbagi, semakin banyak pula kebaikan yang akan Allah hadirkan dalam hidup kita.
Dan bagi yang masih dalam proses menuntut ilmu: jangan pernah menyerah. Ilmu adalah cahaya yang akan memandu kita keluar dari gelapnya kebodohan. Teruslah belajar, karena dalam setiap langkahmu mencari ilmu, ada jalan surga yang sedang kamu tempuh.
Komentar